.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Gudang Cerita

selamat datang di mystory dan selamat membaca

Minggu, 04 Oktober 2015

cerpen

DIMANAKAH KAMU YANG DULU??
Karya Meidiana Lee

- 2007
Aku (lena) pandang langit yg kaya akan warna biru,dan awan yg putih bagaikan salju abadi.sambil berbaring di atas rumput yang hijau bersama sahabat kecilku Alisa.
"Al,bisa gak ya?kita sama-sama kayak gini terus?"tanyaku kepada Alisa.
"Aku tidak tahu,tapi walau bagaimana pun,aku akan tetap mengingatmu dan menjagamu layaknya adikku sendiri."jawab Alisa sambil memantulkan senyum manis dari bibirnya padaku.
aku hanya bisa senyum tipis dan mengatakan "kau benar."jawabku sambil membalas senyumnya itu.

Kami diam sejenak dan tiba-tiba alisa memanggilku dgn nada yg agak gugup
"Le...lena?".."Ada apa Al?"tanyaku.
"A...Aku hanya mau minta izin,besok aku dan org tua ku akan pergi ke singapura."
jawab Alisa dengan agak gugup dan wajah sedih.
"Sudah biasakan?biasanya kmu pergi juga 3 hari ajha ikut papa dan mamamu dinas,kenapa wajah mu di tekuk begitu,santai aja kali...hehe."jawab ku dgn nada santai.
"ah...itu maksudku aku akan tinggal disana untuk wa...waktu yg lama."
sekarang Alisa Menjawab nya dgn rasa berat hati dan berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya.

Aku kaget dan terbangun dari baringanku.Aku sungguh terkejut.
"Apa Maksudmu?kmu bohongkan????"jawabku lagi dengan nada tinggi.
Tiba-tiba Alisa memelukku dengan amat erat . "Maafkan aku,tapi aku janji akan menghubungimu,setiap saat."Secara bersamaan juga aku mengeluarkan airmataku aku tak kuasa menahan tangisanku,aku tak menyangka kami akan berpisah dlm waktu yg lama padahal bila dia pergi 1 minggu saja aku sudah nangis tersedu-sedu.

Tibalah saat nya untukku dan Alisa berpisah di bandara..'
"BYE!!!"sahut Alisa dari Jauh."IYA,JAGA DIRIMU BAIK-BAIK!INGAT HUBUNGI AKU!!!."sahut ku membalas sahutan Alisa sambil Melambaikan tanganku kearahnya.

- 2012
Kuraih sisir didepan cerminku,lalu ku sisir rlembut rambutku yang pirang.ku pakai baju andalanku sambil melihat ke jam tangan mungil berwarna ungu di tangan kiriku."Yup'z,Sudah rapi,dan cantik,saat nya menuju ke bandara."Seruku dengan suara riang.{PIP!PIP!}terdengar suara setir mobil,seakan menyuruhku untuk cepat tanpa basa-basi aku pun bergegas untuk turun dari kamarku menuju kedepan gerbang rumahku.
Aku duduk manis didalam mobil sambil tersenyum lebar dgn mata berbinar-binar .
Sebenarnya pesawat baru sampai jam 12.30 tapi karena takut terlambat untuk menyambut kedatangan sahabat kecilku Alisa,aku dtg jam 10.30.Tak henti-henti setiap 1 menit aku pandang jam mungil di tangan kiriku itu.
tak lama kemudian pesawat yg Alisa tumpangi sampai di bandara.
"Ah...itu dia Alisa."Tanpa Basa-basi lagi aku pun lari berbondong-bondong menuju hadapan Alisa."ALISAAAAAAAAAA!!!"jeritku dari jauh.Alisa sedikit terkejuut dan membalas teriakanku itu dan lari menuju hadapanku."LENAAAA!!"setiap org memandangi kami berdua,tapi kami tak peduli hanya tertuju pada tujuan masing-masing.
"Wah lihat dirimu sekarang,kamu cantik sekali Al!"Pujiku.
"Ah...tidak,justru akulah yg bilang begitu kamu tumbuh menjadi perempuan yg manis."Terang Alisa sambil tersenyum haruh.

- Di rumah Alisa
"Wah..kamu punya HP???"tanya ku croboh.
"Ya...iyalah,,papa ku yg belikan ini edisi terbatas,teman-temanku di singapura aja udah pada punya HP.memangnya kamu belum?"terang Alisa sambil menyombongkan diri.
"Begitulah,papa ku janji akan membelinya saat aku...."belum selesai aku ngomong tiba-tiba ada teman Alisa yg dtg ke rumahnya.
"Hay!!Alisa???!!!"Sapa anak itu.
"Hay!!"sapa alisa padanya,Alisa terlihat sangat bahagia sekaligus senang,dia seperti tak menganggapku ada di rumahnya.Alisa yg tadinya sibuk memencet-mencet tombol di HPnya saja bisa tertunda untuk memencetnya lagi sewaktu temannya datang.

Aku sungguh merasa tersingkirkan skaligus tersisih.
"alisa...dia tak menganggapku???"gumamku sendiri,sambil melihat dia sedang ngobrol sambil ketawa-ketiwi."Ah maaf aku mengganggu aku mau pulang dlu."
ucapku dgn wajah yg ditekuk..
meraka cuma memandangku datar.Lalu aku keluar dari kamarnya.

Tak sengaja aku mendengar mereka sdg bicara.
"itu siapa sih??"terdengar suara temannya itu,,"Dia???...Dia cuma temanku,sudhlah biarkan saja."jawab Alisa.
"APA???teman???apa maksudnya??bukankah kita selalu memnggil dgn sebutan shbat bukan teman???AKU TAK MENGENA ALISA YG LEBIH ASING DARIPADA ALIEN!!! INI!!"gumamku dlm hati."kenapa dia begitu tega??pdhl aku sudah setia menunggunya dari singapura ke jakarta tapi....tapiiii...apa buktinya ini balasan dri semua yg ku lakukan padamu???"gumamku sendiri di dlm kamarku,sambil mengeluarkan tetesan air mataku.
ini semua diluar dugaanku.

- 28 agustus 2012
Hari ini ulang tahunku,dan sesuai janji ayah membelikanku HP yg sangat kuimpi-impikan.Aku senang sekali.
sekarang aku bisa berkomunikasi dgn teman-temanku lewat HP.
brbrbrbrbrbrbrb...terdengar suara getaran HP ku,aku pun bergegas mengambilnya
"hmmm 1 pesan"gumamku dgn suara heran ..
'WOW ! Alisa..!"

from : 08xxxxxxx
to :Lena

HBD yach ? pergi yuk,maaf aku tak bisa memberi hadiah.
^.^Alisa^.^

"hmmm"sambilku balas SMSnya

---from:lena
---to :Alisa
ok tak apa-apa.yuk,aku tunggu yg di taman.

brbrbrbrbbrb...terdengar lagi suara getar HP-ku
from:Alisa
to :Lena
ok.

Aku pun bersiap-siap dan segera menuju ke taman bersama sepedaku...
tak lama kemudia aku sampai di taman.
"Lena!aku di sini."terdengar suara seorg perempuan yg memanggilku dri jauh,ternyata itu adalah Alisa.
aku berbalik badan dan terkejut.."lagi-lagi ada teman dia yg kmren itu."
gumamku kesal.
"Ada apa menyuruhku kesini?."tanya ku ketus kepada Alisa."lho kok sinis gitu?aku mau kenalin kamu sama shbt bruku,namanya Lara..

Lara ini Lena."terang Alisa.Aku terkejut."Apa shbt barunya???!!!apa maksudnya!!!!!!!!!jdi aku bukan shbt nya???."gumamku kesal sekali.
"sudah lah!aku mau pulang [SAMPAI JUMPA!]"ketusku kesall.

- di rumah lena (kamar)
Hiks..hiks..."A...alisa kenapa kmu tega sekali pada ku 5 thun yg lalu kmu bilang padaku bahwa aku adalah sahabt pertama dan terakhirmu,apakah sekarang kmu sudah lupa??di saat kmu sedih aku yg menghiburmu,di saat kmu sedang kesepian aku juga yg temenin."gumamku sambil nangis tersedu-sedu di kamar.

brbrbrbbrbrb...lagi-lagi HP ku bunyi
kali ini adalah SMS dri seseorg yg sangat ku benci yaitu LARA!!

from :08xxxxxx
to :lena

kmu tak usah mendekatinya lgi dia juga tak menganggapmu sebagai seorg shbt,melainkan hanya seorg teman.sekarang dia shbt ku bukan shbt mu.!!!!

LARA

"APA KATANYA!!!!!SUNGGUH LANCANG!!!!!"
kali ini aku sangat marah dan aku menerangkan semuanya secara langsung pada Alisa akhirnya kmi tak ada hubungan nya lgi sekrg kmi jalani hidup kmi masing-masing layaknya seprti org yg tak saling mengenal satu sama lain.
dan PROFOKATORNYA ITU Lara!!!

~Tamat~

PROFIL PENULIS
Nama : Meidiana Lee
TTL : 25 Mei 2001
Hobi : Gambar dan Membaca
No. Urut : 1380
Tanggal Kirim :   03/11/2012 12:54:16

cerpen

AIR MATA TERAKHIR
Karya Martha Friska Sirait

Saat ini tak ada lagi yang harus aku sesali untuk yang telah terjadi kepadaku beberapa bulan terakhir. Semua telah aku simpan dalam bentuk bungkusan merah yang aku tanam dalam dada berbentuk hati. Meski terkadang sulit mengungkapkan dalam hati ketika senyum dan tangis menyatu dalam bibir, namun waktu telah membatuku untuk mengikis semua itu.
“ Marg..marg...” begitulah cara kucingku memanggilku. Tidak banyak yang bisa aku lakukan dirumah sebagai anak tunggal, namun bukan berarti tidak ada pekerjaan yang bisa aku lakukan. Gita Omeangti, itu adalah nama yang kuberikan pada kucingku. Warnanya kuning dan putih, badannya gendut dan suka melamun dipagi hari.

Saat senja tiba, kedatanganku selalu disambut baik olehnya meski sebenarnya dia hanya menginginkan makanan yang selalu aku bawa ke rumah. Sering kali aku menjahilinya. Disaat dia sedang tidur, aku mengoleskan minyak kayu putih dihidungnya dan dalam waktu lima detik dia akan meloncat layaknya spiderman yang mengelak dari serangan tinju delapan tangan squidword.
“ Ha..haha...haha... rasakan !”
“ Jangan ganggui kucingmu itu mar, nanti marah dia”
“ Hah, kalau marah paling mengeong. Tenang saja mak”
Ketika kau memiliki masalah yang tak bisa kau ungkapkan, kau pasti akan mencari seseorang untuk mendengarkan cerita mu. Banyak temanku yang sangat beruntung akan hal itu. Ada kakak, abang serta adik yang dapat mereka ajak untuk bercerita, tapi itu tidak dapat aku lakukan. Yang menjadi tempat pelampiasan hatiku hanyalah Omeng. Terkadang aku berimajinasi bahwa Omeng bisa mengerti apa yang aku ucapkan.

Aku mengangkatnya dan meletakkannya tepat didepan ku. Aku menutup kamarku dan aku mulai bercerita tentang apa yang aku rasa kepadanya. Sesaat aku diam sejenak dan memperhatikan kucingku. Aku ingin marah dan membentaknya. Ingin sekali pada saat itu aku mengatakan
“ Bisakah kau diam sebentar dan berhenti menjilati bulumu yang tidak seberapa itu dan memperhatikan ucapanku ?” tapi untung saja aku masih waras dan tidak mengatakannya.

Saat semua suara tidak dapat lagi aku dengar dan suasana ruangan semakin senyap, tiba-tiba air mataku terjatuh dari sudut mata kananku. Aku menangis... aku menahan rintihan suara tangisku dengan menggigit bibir bawahku. Kenapa aku berbeda dengan mereka? Aku tidak pernah menginginkan menjadi anak tunggal. Semua ini membuatku menjadi sosok wanita yang pendiam dirumah namun saat berada diluar, aku menjadi anak yang bandal dan selalu mencari perhatian dari setiap orang agar mereka memperhatikanku.
Ketika semua ungkapan hati itu muncul dalam hatiku dan keluar melalui air mata, sesuatu memanggilku.
“ Marg..marg...”
“ Apa , tanyaku pelan”

Tiba-tiba Omeng mendekatkan wajahnya dan menghapus air mataku dengan lidahnya. Aku terdiam dan terpaku. Aku menjerit dan berteriak, tangisku semakin tidak bisa aku bendung.
“ Kenapa aku begitu bodoh, aku tidak pernah sendirian. Aku selalu bersamamu dan kau selalu menemaniku.” Saat itu juga aku memeluk Omeng dan bembisikkan sesuatu di kupingnya.
“ Apa kau lapar ?”
“ Marg...”
“ Sudah kuduga, kau memanggilku ternyata karena ingin makan dan bukan ingin menghiburku. Sial ... aku terkecoh. Dasar gendut.” Sambil mencubit pipinya.

Keesokan harinya disaat aku mengajak omengku berjalan-jalan di tepi danau buatan dekat rumahku dengan mengendarai sepeda, tiba-tiba sesuatu terjadi padaku. Bruukkk............. aku terlempar ke samping dan tercebur ke dalam danau. Sesuatu menabrakku dari belakang. Aku menggerak-gerakkan tangan dan kakiku agar bisa mencapai atas danau namun rasa sakit yang aku rasakan akibat kecelakaan itu terlalu sakit aku rasakan. Dan secara perlahan tubuhku menjadi lemas, air yang masuk dalam mulutku telah menghalangi nafasku. Saat itu tidak ada lagi yang dapat kurasakan.
“ Apa kau tidak apa-apa nak ?” suara itu perlahan terdengar ditelingaku.
“ Dia baik-baik saja”. Seru seseorang yang berada di sampingku.

Mataku telah dapat terbuka dan nafasku telah bersamaku kembali saat itu. Orang-orang itu membawaku secara perlahan, namun angin pada saat tidak dapat aku rasakan. Sesuatu membuat hatiku janggal. Namun aku tidak tahu apa itu, secara tiba-tiba aku teringat sesuatu. Omeng.
“ Omeng... omengku.. dimana omengku ?” aku memberontak dari mereka dan kembali ke danau itu.

Aku tidak melihatnya. Ku arahkan mataku kesegala arah, namun tetap saja tidak menemukannya. Lalu aku meminta bentuan kepada orang yang berada disana.
“ Pak, tolong.. kucing saya tenggelam. Tolong selamatkan dia pak !”
“ Sudahlah ! diakan hanya kucing. Yang penting kamu sudah selamat, itu yang terutama”
Aku menatap pria itu dengan tatapan sinis.
“ Raga tidak akan berguna bila tidak ada jiwa yang mendiaminya.”

Aku berlari mendekati danau itu dan memutar otakku serta mencoba melakukan sesuatu. Aku mengambil ranting pohon yang panjang untuk menolong Omengku. Hampir setengah jam aku berusaha mencarinya namun tak ku temukan juga kucingku. Tubuhku gemetar dan air mataku keluar dengan derasnya, aku putus asa.
“ Aarrghhh...............” teriakku pada langit yang tak berawan.
Tanpa fikir panjang aku turun ke dalam danau itu dan berusaha kembali mencari kucingku. Angin tiba-tiba bertiup kencang dan mataku tidak dapat melihat dengan baik. Ku usap mataku dengan tanganku dan secara perlahan aku melihat sesuatu menghampiriku. Kulihat bangkai kucingku terseret oleh air yang dihembus oleh angin.
Aku mendekatinya dan mengangkatnya seperti saat aku mengangkatnya dulu. Aku lihat wajahnya yang telah beku dan basah. Aku memanggil namanya, aku belai kepalanya berharap dia membalas ucapanku, namun tidak ada jawaban darinya. Lalu aku mengangkat kepalaku ke atas dan menutup kedua mataku berharap air mataku tidak dapat keluar dari kedua mataku.

Aku tahu ini percuma, kemudian aku kembali ke atas dan membawa pulang kucingku tanpa ditemani penduduk setempat. Sesampainya di rumah aku melihat kedua orang tuaku belum pulang bekerja. Dan sesampainya aku dikamar, aku mengeringkan tubuhnya diatas kasur kamarku dan menyelimutinya. Sejenak aku tidur disampingnya dan membisikkan sesuatu di telinganya.
“ Bagaimana bisa kau pergi dariku sementara kau berada di hatiku.”
Dengan air mata terakhir, aku kuburkan kucingku di belakang rumahku dan mengabadikannya sebagai sahabat terbaikku.

PROFIL PENULIS
Namaku Martha.F.S tapi dipanggil Conan.
Aku berkuliah di HKBP Nommensen Medan jurs B.Indonesia
Alamat FB saya: conansirait@ymail.com

cerpen

ARTI PERSAHABATAN
Karya Sri Hasih Nurhayati

Kata orang persahabatan tidak mengenala namanya perbedaan, waktu, jarak, harta ataupun suku. Apapun itu, sahabat akan tetap ada. Sahabat sejati tidak akan pergi walaupun dia telah disia-siakan bahkan tidak dianggap akan arti kehadiranyya dan juga perbuatannya. Yang ada dalam benak dari seorang sahabat adalah bisa selalu ada untuk orang-ornag yang ada didekatnya, entah orang tersebut mengaanggapnya hanya sebatas teman biasa atau orang yang berarti, yang terpenting baginya bisa membantu orang-orang yang ada didekatnya.

Dan inilah kisah persahabatnku. Aku adalah seorang gadis biasa, yang hidup ditengah-tengah masyarakat jawa, yang masih sangat kental ikatan kekeluargaannya. Aku dididik sejak kecil untuk bisa menghargai orang lain, dan menolong orang lain, diajarkan tentang kelapang dadaan dan diajarkan untuk meminta pamrih pada orang lain.

Tapi aku adalah seorang yang terbiasa menyendiri, aku tak terlalu suka keramaian, aku lebih suka duduk diberanda rumah, dan mengisi hari-hariku dengan menulis. Aku sangat suka menulis, apapun itu, aku suka menulis semua apa yang ada dalam pikiranku. Hingga suatu hari aku didatangi oleh seorang yang merubah duniaku.
“hai, kamu asih ya?” Tanya orang itu kepadaku
“iya, kamu siapa?” tanyaku sambil menatap lekat orang itu, siapa tau aku mengenalnya
“kenalin, aku aria” orang itu mengulurkan tangannya
Aku kemudian membalas uluran tangan aria, ternyata dia adalah tetangga baruku. Aku tak tau dari mana dia tau namaku. Mungkin saja dari orang-rang yang ada dilingkunganku. Atau mungkin saja dia sudah lama mengenalku. Hah apapun itu aku tak terlalu peduli.

Aria sering mengusikku, diam-diam dia sering muncul dari belakangku, membaca setiap baris goresan penaku yang kutulis pada kertas-kertas putih buku diaryku. Setelah selesai aku menulis barulah dia mengagetkaknku, dengan mengulang kata-kata yang aku tulis dalam diary ku.
“aku gag suka sama orang baru itu, dia usil dan sering menggangguku” kata aria mengagetkanku
“kamu..!!” kataku kaget bukan main, aku merasa gag enak
“kamu kenapa sih gag suka sama aku, ?” Tanya aria
“em soalnya kamu usil” kartaku kemudian
“em kamu itu cewek paling aneh yang pernah aku kenal” kata aria padaku
“maksud kamu” kataku sambil menatap nya lekat-lekat
“iya, kamu tu gag kayag cewek-cewek pada umumnya, kamu itu agaikan sebatang kara ditengan lautan mentimun” kata aria sekenanya
“aku makin gag ngerti” kataku
“iya, kamu tu kenapa sih suka banget menyendiri, kenapa kamu gag mencoba mencari teman” Tanya aria
“aku lebih suka sendiri” jawabku singkat
“kenapa, padahal aku lihat kamu itu orangnya suka menolong, tapi kenapa kamu gag punya teman” Tanya aria

Aku hanya diam, tak menjawab, hanya menunduk. Aria tau kalau perkataanya telah sedikit menyinggungku,
“maaf ya sih, aku tu gag ingin apa-apa, aku Cuma pengen kamu bisa bangkit, dunia ini tak sebesar daun kkelor” kata aria lalu meninggalkan ku sendiri.
Aku kemudian hanya duduk termenung, mungkin benar kata aria, bagaimana aku bisa mendapatkan teman kalau aku hanya berdiam diri.

Dan akhirnya Aria adalah sahabat petama yang aku punya, dia selalu ada buatku, dia selalu menghiburku, kini duniaku menjadi berubah. Aku pun juga selalu ada untuk aria, bagiku aria sangat penting, karena dia telah merubah warna hidupku. Dulu aku yang hanya seorang yang pendiam, berubah sedikit menjadi agag cerewet, tapi tidak berlebihan.
“makasih ya, arya udah jadi sahabat ku”
“iya sih, sama-sama, pokonya kita harus jadi sahabt selamanya”
“iya, apapun yang terjadi”
Dan tak terasa kami sudah setahun bersahabat, dan kini kami sama-sama kuliah, awal-awal kuliah kami masih sering bertemu, tapi stelah beberapa kuliah, kami jarang bertemu dan jarang berkomunikasi. Aku mencoba mengirim pesan pada aria, tapi tidak ada balasan. Aku merasa ada yang berubah darinya. Aku tak tau apa penyebabnya, semua pesan yang kukirim lewat sms, tak ada satupun yang dibalas.

Aku merasa ada yang kurang setelah perubahan aria kepadaku, kini tak ada lagi pesan-pesan dari aria yang kuterima. Apa benar aria telah melupakaknku, karena dia telah mendapat teman baru, seingatku aria hanya sekali menghubungiku, itu juga karena dia minta tolong untuk dibuatkan tugasnya, pada saat itu aku merasa lega aku kira aria gag lupa sama aku, tapi ternyata aku salah. Itu bisa dibilang pesan terakhir ariya, setelah 2 bulan terakhir.
“hai sih, ngelamun aja” kakak ku mengagetkanku
“eh kak, bikin aku kaget aja”
“iya abisnya kamu ngelamun aja, mikirin apa sih”
“aku bingung aja kak, kakak tau kan kalau selama ini aku berteman baik dengan aria, tapi udah 2 bulan terakhir ini dia berubah kak” keluhku pada kakakku
“berubah gimana?”
“iya kak, sms ku gag pernah dibls, kalau aku telfon juga gag pernah diangkat”
“yah mungkin aja dia sibuk sih”
“iya masak sibuk 2 bulan sih kak” kataku kemudian
“em ya udah nanti biar kakak bantu cari tau deh” kata kak sinta

Waktu hari minggu aku memutuskan untuk pergi kedanau, biasa aku dan aria sering bermain disana. Pada saat itu aku melihat aria, tapi tak sendiri, dia bersama dengan seorang pria, aku mencoba mendekati mereka, tapi langkahku kemudian terhenti,
“gimanaa arya, apa kamu udah berhasil menjauhi asih” Tanya orang itu
“iya, aku udah buat dia benci sama gue juga, sekarang lo udah puaskan” kata aria
“bagus aria, kerja bagus, ini uang buat lo” orang itu memberikan uang pada aria

Aku tak mengerti apa maksud dari semua itu lalu orang itu berkata
“itu uang buat lo, dari kerja keras lo, sesuai dengan perjanjian, lo itu emang the best”

Aku tak tahan lalu aku menghampiri mereka
“aria, apa maksudnya semua ini, jadi kamu selama ini baik sama aku,dan berpura-pura jadi sahabat aku karena uang” aku berkata sambil berlinang air mata

Aria hanya diam, lalu orang itu yang menjelaskan
“iya, betu sekali, dan aria udah berhasil melakukannya, 1 tahun yang lalu, saya dan aria membuat perjanjian dan taruhan jika aria berhasil buat kamu mau bersahabat dengan dia maka aria akn mendapat uang”
“aku gag nyangka ya, ternyata kamu begini, dulu kamu yang bilang, bahwa sahabat itu lebih berharga dari apaun, tapi kenapa kamu justru melakukan ini sama aku” kataku sambil menangis

Aku benar-benar kecewa dan sedih, orang yang kuanggap sahabatku ternyata gag lebih dari seorang yang tak punya perasaan, dia menukar arti persahabatan ini dengan uang.
“maafin aku sih, sebenarnya aku juga gag mau ngelakuin ini aku terpaksa” kata aria
“sebenarnya aku punya salah apa sih sama kamu ya, sampe kamu tega kayag gini” kataku
“aku bener-bener minta maaf sih, aku pada saat itu emang lagi butuh uang” kata aria
“lalu kenapa harus aku yang menjadi bahan taruhanya, lalu apa arti persahabatan kita selama ini”
“karena kamu itu orangnya super pendiam, dan susah buat diajak ngomong, makanya kamu jadiin bahan taruhan” kata teman aria tadi
“aku sebenarnya juga mengaggapmu sahabat terbaik ku sih, aku dua bulan ini menjauhi kamu, karena aku gag mau kamu tahu soal taruhan ini, aku gag mau menghianati persahabatan kita, gue moon maafin gue sih” kta aria
“udah lah ya, kamu gag perlu minta maaf, makasih buat semuanya”

Aku pulang dengan berlinangan air mata, aku gag nyangka, ternyata sekarang persahabatan bisa ditukar dengan uang, padahal aku telah benar-benar menganggap aria teman baikku. Aku pandangi gelas persahabatan kami. 1 tahun yang sangat berarti buatku, ternyata tak berarti apa-apa buat arya. Aku menagis dalam kamarku, rasa ini bahkan lebih sakit dari rasa putus dari pacar. Terdengar suara pintu kamarku diketuk-ketuk
“sih, gue mohon keluar dari kamar, gue mau ngomong sama lo” suara arya diluar. Aku tak menghiraukannya, rasa sakit hati ku sudah lah amat kuat tertancap dalam hatiku.
“gue tau gue salah, tapi gue terpaksa sih, pada saat itu gue ada hutang sama orang tadi, karena buat berobat ibu gue, jadi gue terpaksa terima taruhannya “ kata aria
“tapi kenapa harus gue sih ya, kenapa?” Triakku
“itu karena pilihan dia, aku juga gag ada maksud sih, gue akan melakukan apa ja sih biar lo mau maafin gue” kata aria
“pergi dan jangan pernah temui aku lagi, dan jangan muncul didepan ku lagi, aku nyesel kenal kamu” teriaku.
“baik, kalau itu buat kamu maafin gue, gue akan pergi, jaga diri kamu baik-baik sih”

Setellah itu, aria pergi, dalam hatiku sebenarnya tak rela, tapi aku juga sngat benci diperlakukan seperti ini. 3 hari setelah hari itu, aku kemudian mendengar Aria meninggal karena kecelakaan motor, aku begitu kaget. Dan aku datangi keluarganya, biar bagai manapu, aria pernah menjadi sahabatku. Aku menghadiri pemakamannya, aku tak kuasa menahan air mataku, melihat jenasah sahabatku itu, menghilang, ditelan bumi. Tenyata arya benar-benar tak akan muncul lagi dihadapanku selamanya.
“nak, apa kamu yang namanya asih” ibu arya mendekatiku
“iya benar bug” kataku, sambil menghapus air mataku.

Ibu tua itu lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, sebuah amplop putih dia ulurkan kepada ku
“saat masih dirawat dirumah sakit, aria menuliskan surat ini untukmu, padahal pada saat itu, dia sangat kesusahan untuk memegang pena saja,tapi dia bersikeras” kata ibunya aria, lau pergi
Saat dirumah, aku buka surat itu, tanganku gemetar dan air mataku mengalir dipipiku
Untuk sahabatku asih
Aku benar-benar minta maaf, aku sebenarnya gag pernah ada maksud untuk membohongimu, aku terpaksa melakukan ini, karena butuh uang itu untuk berobat ibuku.
Mungkin saat kamu baca surat ini, aku telah berada disisi Tuhan, aku telah damai berada disampingnya, tapi Tuhan mungkin juga tak akan menerimaku, sebelum kamu memaafkan aku. Di tempat peristirahatKu yang terakhir mungkin q hanya bisamenatapmu. Sih kamu adalah sahabat terbaik yang pernah ku miliki, lewat kamu aku telah mengenal arti persahabatan sesungguhnya. Aku benar benar minta maaf jika udah buat kamu kecewa dan sakit hati
Dan sekarang Aku juga telah memenuhi permintaanmu, untuk tidak muncul selamanya dihadapanmu, dan saat kamu membaca ini, mungkin aku telah tak ada lagi di dunia. Aku merasa waktu ku semakin dekat.
Jadi aku mohon sih, maafin aku. Aku ingin melihat senyummu yang tulus untuk memaafkan aku ketika aku disana nanti. Aku saying kamu sahabatku. Pesanku, carilah terus teman dan sahabat, jangan berhenti, Tuhan pasti tak akan membiarkan gadis sebaik kamu sendiri.
Dari seseoran yang pernah menjadi sahabatmu dan selalu ingin menjadi sahabatmu
Aria
Aku tak kuasa menahan air mataku, tak ada kata-kata yang bisa aku keluarkan. Hanya suara isak tangis. Ternyata aku salah, Aria melakukan ini demi ibunya. Dan kini aku telah kehilangan seorang yang penting dalam hidupku, aku telah kehilangan sahabatku untuk selamanya. Kini semua tentang aku dan aria hanya tinggal kenangan, gelas tanda persahabatan kami, aku peluk erat-erat bersama dengan surat terakhir aria. Aku gag nyangka aria akan pergi secepat ini. Dan kini aku hanya bisa mendoakannya semoga Tuhan menempatkan aria pada tempat yang indah dan aku akan selalu memaafkannya sahabat terbaiku.

PROFIL PENULIS
Nama   : Sri Hasih Nurhayati
Alamat : Palembang, SUMSEL
Add fb : srihasihnurhayati@ymail.com
Twiter  : @hasihcancera

cerpen

MOVE ON
Karya Septi Ardina

Semua anak-anak kelas gue kumpul diruang matematika. Mampus, mau belajar?... ya gak lah orang lagi classmeeting. Oke jadi hari ini adalah hari terakhir buat kami-kami kumpul. Soalnya hari ini pembagian raport dan jurusan untuk kekelas sebelas nanti. Sedih. Udah pasti.

Gue menggandeng tangan Arum. “Bund kita bakalan pisah gak ya?...”
“inysaAllah gak, berdo’a aja.” Arum tersenyum tipis sambil berkata lembut.
“aminnn.” Gue berkata pelan.
“eh, kelapangan volly yuk, liat guru-guru main.” Dilla antusias memandang kami satu persatu.
“yuk.” Arum dan Lita menjawab serempak.
“gue ntar yah.” Selvi buka mulut.
“kenapa?...” Dilla medongak kemuka Selvi.
“gue males.” Selvi menjawab santai.
“lo berdua?...” Arum memonyongkan mulutnya kearah gue dan Yolan.
“sama kayak Selvi.” Gue dan Yolan menjawab serempak sambil menyeringai.
“dasar.... ya udah kami kesana yah.
“iya.” Kami bertiga menjawab serempak.

Emang udah kebiasaan yang ada diSMA gue. kalo classmeeting guru main dihari akhir. Mereka ngelawan para juara-juara kelas. Ngomongin masalah juara kelas alhamdulillah walaupun Cuma sebiji kelas gue masih dapet juara dong. Kami dapet juara ketiga futsal. Terimakasih Tuhan.

Haduh. Bosen juga yah duduk dalem kelas kayak anak bego. Gara-gara Selvi nih. Loh kenapa Selvi?... bukannya gue tadi emang males. Tau’ ah gelap. Arum, Dilla, sama Lita dimana yah. Gue mau nyusul mereka aja deh. Lagian setelah dipikir-pikir kapan lagi mau sama-sama. Siapa tau kami beda kelas. Kan jadi waktu buat sama-sama udah gak banyak. Dan gak sama kayak sekarang.

Wualahh. Udah. Kebanyakan cincong kapan gue nyari Arum, Dilla, Sama Lita nih. Lagian tuh anak bertiga dimana sih?...

“eh, Jim lu liat Arum gak?...” gue berkata setengah berteriak kerah Jimmi temen sekelas gue.
“tuh, dideket lapangan volly.” Dia menunjuk kearah lapangan Volly.
“mana?... gak ada...” mata gue sesekali menyipit kearah lapangan yang panas itu.
“aduh, itu Sep, yang lagi duduk dikursi. Masa gak keliatan sih?...” Jimmi kesel sendiri.
“oh iya, heheh, thanks ya Jim.” Gue cengengesan sambil berlari kearah Arum.

Haduh. Tuhkan apa gue bilang. capek. Makanya gue males kelapangan Volly. Gue terduduk agak lemas disamping Dilla dan Lita.

“Sep kekantin yuk?...” Dilla mengajak semangat.
“gila aja sih lo Dil, gue baru dateng nih. bentar lagi yah.” Gue menjawab nyolot namun santai.
“Laper nih Sep. Sebelum bagi Raport nihh. Ayo Sep... plissssssss.” Dilla memasang muka melas sedunina. Bahkan pengemis aja kalah.
“aduhhh, ya udah deh yuk.”

Gue sama Dilla berjalan santai menuju kekantin. Asik ini yang gue suka. Suasana kantin lagi sepi. Gak rame kayak biasanya. Gue sama Dila duduk dimeja sudut.
“woyyyy.... yang lagi makan gak ngajak-ngajak lagi nih...?” suara Yolan menyeruak ditelinga gue.
“yeeee, lo nya kemana?????” Dilla nyolot.
“heheh,, iya sih.”

Hmmm, beberapa jam lagi kami bakalan nerima raport. Aduh gue sih gak yakin sama nilai gue. bayangin aja, selama ujian semester gue kebanyakan santai. Apa lagi sama pelajaran yang berbau IPA. Tapi tetep pasrah aja deh sama yang diatas.

“Vhi... santai banget sihh?...” mata gue menyipit ngeliat Selvi keliatan santai.
“loh, apa yang musti ditakutin...?” Selvi menjawab santai.
“nilai raport.” Gue lagi-lagi mengernyit.
“yaAmpun udah deh, pasti naik kelas kok. Tenang aja.” Selvi tersenyum manis sambil meluk bahu gue.
“wwuuusss, mati gila’. PD banget sihh lo...?” Arum nimbrung gak tahan ngeliat gaya Selvi.
“bukan masalah PD atau gak PD bun, tapi emang kenyataan SLADYS pasti naik kelas semua. Orang otak kita encer semua. Ya gak...?” lagi-lagi Selvi menjawab santai.
“alah, iya deh. Apa kata lo aja.” Arum menjawab pasrah.
Hening. Mata kami berenam tertuju ketatapan masing-masing. Mungkin larut dalam pikiran masing-masing. Ngayal mungkin. Masa iya sih tengah hari bolong gini ngayal. Tapi apa salahnya. Tapikan siang-siang gini gak boleh ngayal. Tapi kata siapa...? . tapi gak pa-pa kali yah sekali-sekali. Tapi kalo gak boleh ya gak boleh. Halahhhh kebanyakan Tapinya tau’.

“kira-kira gue masuk apa yah...?” Yolan bergumam.
“IIIPPPAAAA.” SLADYS berteriak kompak kecuali Yolan.
“hehh, sembarangan aja. Gak mungkin.” Yolan berteriak membantah.
“eh Mi didunia gak ada yang gak mungkin.” Lita bersuara.
“semuanya bisa menjadi mungkin.” Dilla menyambung.
“nah bener tuh.” Mulut gue memonyong.
“apa hasilnya ajalah.” Yolan berkata pelan.

Lagi-lagi kami terdiam. Aduh kok gue jadi sedih ya ngeliat muka temen-temen gue. kami bakalan pisah kelas. Kalaupun sekalas, pastinya Cuma sebiji dua. Iya kalo ada. Aduh kok waktu berputar cepet banget yah.

Gue melirik sekilas kearah muka Selvi yang memerah. Tuh anak kenapa yah. Batin gue berkata. Apa dia sakit...? tapi kok mendadak gini sih?.... halah tanya aja langsung kali yah.
“Vhi, lo kenapa?... kok muka lo merah gitu?...” gue bertanya sambil mendongak mukanya yang merah.
“hah...? merah ya?...” Selvi malah nanya balik kayak anak bego.
“ihh, sumpah deh lo, gue nanya malah lo tanya lagi.” Muka gue manyun.
“hahahhahh.” Arum, Yolan, Lita, sama Dilla tertawa serempak.
“temenin gue keWC yuk.” Selvi menarik paksa tangan gue.

Gue menurut. Ampun deh kayak kebo mabok aja gue ditarik-tarik Selvi. Dia pikir gue kebo kali yah.
“vhi sabar napa....? sakit nihh tangan gue.” gue meringis.
“yahhhh,, sorry deh Sep gak sengaja. Abis gue malu nih, merah banget yah?...” Selvi berkata menyesal sambil megang mukanya yang kayak udang rebus itu.
“gak sengaja NDASmu, orang lo nafsu gitu nariknya. Ngomong-ngomong iya tuh muka lo kayak udang direbus aja. kenapa sih...?” gue masang tampang bego.
“eeeeee,,, kena sinar matahari. Iya kena sinar matahari Sep, gue kan gak bisa kena sinar matahari.” Selvi menjawab dengan nada turun naik.
“sinar matahari...?” gue mengulang kata Selvi, sambil mikir.
“iya, sinar matahari.” Selvi menjawab sambil tersenyum kecut.
“MBAHmu, perasaan kita tadi diruang matematika dan udaranya sejuk. Mana ada sinar matahari. Ihhh, lo boong ya Vhi,, kenapa sihh...? cerita aja kenapa?...” mulut gue mencuat kayak bom atom menyerang telak Selvi.
“eh, apaan sih. Siapa yang boong.” Selvi nyolot.
“lah lu tu boong, ayolah Vhi kenapa sihh?...”
“tapi lo jangan kasih tau siapa-siapa yah Sep.”
“iya tenang aja.”
“gue sedih aja, kita bakalan pisah. Dan gue gak tau gue bakalan masuk jurusan apa. Takutnya gue diIPA, sementara lo tau kan gue bego banget kalo pelajaran ngitung-ngitung gitu.” Selvi berkata dengan nada sedih. Kontan tuh muka memerah.
“kalo gitu pikiran kita sama. Udahlah apapun nanti hasilnya itu pasti yang terbaik buat kita kok. FIGH ya, kan emang udah waktunya Move on.” Gue tersenyum lebar. Sementara Selvi Cuma mengangguk sambil tersenyum.

Semua siswa-siswi SMA gue berbaris didepan kantor. Kebiasaan yang emang sering dilakukan setiap pembagian raport. Biasanya juga semua juara kelas maju kedepan untuk diberikan penghargaan gitu.

Klop semua juara kelas udah diumumkan. Termasuk juara umum. Semua siswa kembali kekelas masing-masing untuk menerima raport dari wali kelas mereka. Bikin was-was tentunya untuk anak kelas sepuluh yang baru mau naik kelas sebelas kayak gue ama temen-temen lainnya. Soalnya jurusan juga udah tertulis diraport itu.
“Assalamualaikum.” Pak Ardi wali kelas kami menyapa.
“waalaikumussalam.” Kami menjawab serempak.
“apa kabarnya?...” tanya Pak Ardi dengan nada yang khas.
“alhamdulillah sehat walafiat.” Lagi-lagi kami menjwab serempak.

Degup jantung gue berdebar keras. Peringkat berapa ya gue?... masuk apa ya gue?.. ancur gak yah nilai gue?... beberapa pertanyaan itu menggantung diotak gue. gue melirik kearah temen-temen gue. yang pasang muka gak jauh beda kayak mimik muka gue. PANIK.

Jantung gue semakin keras. Gak telak temen-temen gue juga. Suara jantung yang menggedor-gedor dada setiap orang dikelas itu seakan bersatu. Mengisi keheningan kelas itu. Pak Ardi memanggil satu persatu nama-nama anak-anak yang ada dikelas gue.
FINISH. Semuanya udah megang raport masing-masing. SLADYS tetap duduk berbaris didalam kelas.
“hitungan ketiga, buka semua raportnya!!!” Arum memberi instruksi. Sedangkan gue sama yang lain mengangguk menurut.

1.....2....3... BBBrrreeeekkkkkkk.
Mata gue melotot tak terhingga. Bibir gue terbuka seketika tanpa diperintah. Mulut gue terbuka lebar berteriak kencang. “yeeessss gue masuk IPSSSSSSS”
“gue juga Sep.” Mata Dilla berbinar merangkul gue
“gak MAAAOOOOO !!!! hikssss, gue gak mau masuk IPA.” Suara Selvi terdengar histeris.
“WHAT....??? LO IPA vhi?...” mata gue terbelalak kaget.
“iya Sep, gue gak mauu. Hiks,hiks” Selvi bicara terisak.
“udahlah Vhi, mungkin ini pilihan terbaik buat diri lo. Kalo udah dijalanin pasti bisa kok. Tenang yah...?” suara lembut gue mengisi telinga Selvi.
“Bunda juga masuk IPA, nahh.” Raut muka Arum gak kalah sedih sama Selvi.
“Lo Yol?...” gue melirik ke arah Yolan yang tak ada suara.
“hahh, gue, gguu..gue IPA.” Sedikit terkejut Yolan menjawab.
“Lo Lit?...” Dilla menoleh kearah Lita yang terduduk lemas.
“IPA juga.” Suaranya nyaris tak terdengar.


kami semua. SLADYS. Terduduk lemas. Pikiran gue mulai berkembnag. Gak akan lagi sama-sama nih sama mereka. Apa gue bisa cari temen deket kalo gue udah beneran resmi pisah kelas nanti...? oke gue tau kita Cuma pisah kelas doang, kalo sekolah tetep. Tapi tetep aja beda. Apa lagi IPA dan IPS. Haloww ruangan mereka berseberangan jauhh.

Oke sekarang harapan gue satu. Gue bisa sekelas sama Dilla. Karena kelas IPS ada dua kelas. Kemungkinan besar gue sama Dilla pisah. Dan kenyataannya emang bener. Saat pengumuman pembangian kelas. Dilla IPS.1 sedangkan gue mutlak IPS.2. Sedangkan yang masuk IPA. Telak. Mereka dibagi rata. Adil. Arum sama Selvi IPA.2, Yolan sama Lita IPA.1.

Gue lemes menatap muka sedih temen-temen gue. semua nunduk. Yah, kami bakalan pisah kelas. Waktu buat sama-sama disekolah itu gak banyak lagi. Sekuat mungkin gue tersenyum dan menelan ludah gue yang getir.
“SEMANGAT guys...!!! kita pasti BISA kok.” Suara gue memecah kebisuan itu.
“Iya, percaya ini adalah pilihan terbaik buat hidup kita, dan walaupun SLADYS pisah kelas. SLADYS akan tetep ada kok !!!” Dilla meyeringai kearah kami berlima.

Semua kepala akhirnya terangkat. Tangan Arum merangkul kuat pundak Selvi. Gak terkecuali gue, Dilla, Lita, sama Yolan. Kami saling merangkul dan berbicara kompak. “WAKTUNYA MOVE ON...!!!!! hahahaah...” tawa kami berenam meledak seketika.

PROFIL PENULIS
Nama : Septi Ardina
Alamat: Jl. KH. sulaiman kota Pangkalan Balai
TTL: Meranti, 30 september 1996
Email: Adiinaivan@yahoo.ci.id
Alamat Facebook: Shepty Dhina Adhnia

cerpen

HADIAH KEMATIAN
Karya Shovi Syarbini

Sejak kecil mereka selalu bersama VIA,OKTA dan WIDIA adalah sahabat yang sangat luar biasa.mengapa luar biasa ??...karna mereka selain bersahabat sejak kecil mereka juga selalu juara dalam bidang yang berbeda-beda.
Rumah yang berdekatan dan sekolah yang sama membuat persahabatan mereka semakin erat.
Hal yang paling mereka sukai adalah melihat bintang ditengah-tengah lapangan sambil tidur-tiduran dan sambil mengkhayalkan sesuatu
Kini usia mereka sudah hampir 17 tahun,sudah cukup lama mereka bersahabat.

Dan via berkata kepada sahabat-sahabatnya itu
“jika kita nanti sudah 17 tahun maka gw akan memberikan kado yang tidak akan kalian lupakan”
“hem….masa sich ???”saut okta
“ya….by de way apa yang kalian inginkan saat ini ?”Tanya via kepada sahabtanya
“maksudnya ?”Tanya widia karna tidak mengerti
“iyah,,, bagaimanakah cara yang kalian inginkan jika ada orang yang ingin memberikan surpires buat ulang tahun kalian nanti ?”
“ooowhh,,,,,gitu”
“hal yang gw mau sih gak ribet-ribet banget,Cuma orang yang gw sayang harus hadir dan memberikan setangkai bunga mawar merah,karna gw suka banget sama bunga mawar”ucap widia

Kalau llo vie ?tanya okta
“kalau gw sich gak ribet-ribet banget Cuma hal yang sederhana lah yang membuat gw bahagia,apalagi kalau ada kalian,dan yang paling gw mau adalah kita kumpul dilapangan ini sambil niup lilin dilapangn ini,karna lapangan inilah menjadi saksi bisu sejarah persahabatan kita”
“waaah….so sweet”ucap okta
Sekarang giliran llo okta,apa yang llo mau saat sweet seventeen ??
“kalu gw sich aga ribet,Cuma ini adalah hal yang sangat gw inginkan”

Emang apa ?tanya via sakin penasarannya
“ya,,,,gw mau banget di kasih surpires sama kalian,mata gw di tutup kemudian kalian bawa gw kedanau yang sangat indah dimana danau itu di penuhi dengan kunang-kunang dan dihiasi dengan lilin-lilin”
Tunggu.kunang-kunang?kan jaman sekarang susah!sewot widia
“yah itu sich derita kalian,,,hehe terus kita bertiga naik perahu berdayung ke tengah-tengah danau.dan kemudian kita ngeliatin bintang dan menikmati malam itu,hingga bulan berganti menjadi matahari”
Waaaah...keren.ucap via karna takjub dengan keinginan sahabatnya itu
“insyallah kita akan melakukan apa yang llo mau yah”ucap widia

*

Waktu terus berganti bulan januari pun tiba.saatnya via & okta memberikan surpires untuk sahabtnya itu,semua berjalan dengan lancar sesuai dengan keinginannya.widia pun bahagia
*

Bulan terus berganti dan kini bulan aprilpun tiba saatnya vialah yang mereka beri kejutan.via sangat bahagia hingga air matapun terjatuh,walau tomboy via orang yang paling cengeng
*

Kini hanya tinggal oktalah yang belum merasakan kebahagiaan sweet seventen,karna jarak bulan via dan okta cukup jauh
“hem….bulan oktober masih lama…hahaha kasiaaan dech”ledek widia
“biarin ajja,jadikan waktu kalian jadi santai,buat mempersiapkan semuanya”
“diiich emang siapa yang mau ngasih surpires ke llo…hahaha”canda via
“dich via,,,gw mati disitu juga kaga papa dah,asalkan ke mauan gw di kabulin sama kalian”
“hust…gak boleh ngomong kaya gituh,serem amat’
“tau nich llokan gak bisa berenang ,jadi ngomongnya jangan kaya gituh”
‘iyah-iyah maaf”
*

Bulan oktober pun kini tiba,waktunya mereka berdua mempersiapkan segalanya,dari mulai membeli lilin,menyewa villa,menyewa perahu dan yang paling sulit mencari danau yang masih disinggahi dengan kunang-kunang.Semua di lakukan tanpa sepengetahuan okta
*

Hanya tinggal mengiitung hari tanggal 24 lah yang kami tunggu.Sehari sebelum hari H mereka semua berangkat ke vila yang sejak lama sudah di persiapkan,masing-masing keluarga ikut semua hanya untuk merayakan ulang tahun okta,entah mengapa semua berjalan dengan lancar ”
Setela sampai di vila,okta langsung di kurung di kamar,dia dilarang pergi keluar

Pukul 05.00
Wakktunya mereka bersiap untuk mempersiapkan semuanya,hingga akhirnya semua selesai,karna pukul 8 malam nanti semua harus sudah rapih.

Pukul 08.00 malam
“okta masih adakan didalem ?”Tanya widia
“iyah gue ada”
“udah siap belum nich ?”
“heem….siap banget,emang semuanya udah selesai wid ?”
“udah kali,makanya gue disuruh manggil llo”
“yodah ayo llo siap-siap make baju ini”
“okelah”
Beberapa menit kemudian okta keluar dari kamarnya dan kami menunggu di luar,tepat didepan pintu kamarnya.
“okta llo cantik banget pake baju itu,smuanya serba putih”
Mereka semua terperangah melihat kecantikan sahabatnya itu,entah mengapa dia terlihat lebih bercahaya.
“yodah yu ah kita keluar,tapi sebelum kita keluar jangan lupa buat okta tutup matanya”ingat via
“yaaah……ditutup lagi”
“sebelum kita kedanau kita semua makan malam dulu yah ?setelah itu kita langsung kedanau,dan jika sudah jam 12 kita pergi ketengah danau untuk meniup lilin disana ,giimana jadwal yang gue buat setuju gak ?”Tanya via
“iyah w mah setuju aja …hehehe”jawab okta

Setelah makan malam selesai okta kembali di tutup matanya karna harus menuju danau.
“di tutup lagi nich matanya ???”
“iyah.hehe maaf yah ?
Sesampainya didepan danau penutup mata okta pun di buka dan okta pun membuka matanya dengan perlahan,tanpa sadar air matapun langsung terjaduh dan oktapun langsung memeluk sahabatnya itu
“jadi ini semua yang kalian lakukan?”
Iyah gimana llo suka gak?tanya via
Iyah gw suka banget .makasih banyak yah
Iyah …hehe sama-sama.ucap mereka berdua
“yaudah yuuk…kita langsung naik perahu ajja”
“jangan lupa kue ulang tahunya di bawa”ucap widia
“gw seneng banget hari ini,kalian bener-bener s’ahabat sejati gw,sampai mati kalian akan menjadi sahabat gw”
“owwh….okta jangan biking w nangis doonk”ucap via

Pukul 23.55 WIB
Sesampainya di tengah danau mereka mmenikmati malam itu,malam yang sangat indah di temani dengan kunang-kunang,bintang yang berkelap-kelip dan di beri cahaya dengan sinar bulan.Bukan hanya okta yang merasakan kebahagiaan namun sahabatnya juga merasakan itu semua
“okta “panggil via
“ada apa?”
“llo terlihat cantik,beda dari sebelum-sebelumnya”
“masa sich?makasih kalau gituh
“Hay guys udah jam 12 tepat,okta waktunya llo buat tiup lilinnya,jangan lupa yah doanya”.ucap widia
“iyah”

Saat okta sedang berdoa via dan widia menatap wajah okta,entah mengapa air mata mereka tiba-tiba terjatuh,mungkin karna kebahagiaan yang berlebih ?namun seperti ada perasaan yang mengganjal mereka merasa bingung,dan senyum di wajah okta benar-benar berbeda,malam ini dia seperti malaikat entah mengapa okta terlihat bercahaya.
“hay..kalian kenapa ?”Tanya okta setelah membuka matanya
“aahh…???engga..engga papa”jawab mereka
“yodah sekarang tiup lilinnya”
“iyah”
“selamat yah sobat sekarang llo udah 17 tahun,kita semua akan menjadi dewasa,semoga kita akan selalu bersama hingga anak cucu kita tau”
“amiiienn”

Semua hanya tinggal menunggu matahari menggantikan bulan namun sebelum semua itu terjadi musibah dating menghampiri mereka.entah mengapa secara tiba-tiba perahu itu oleng bergoyang kesana dan kemari mereka semua merasa takut terutama okta yang tidak bias berenang
“byuuuuurrr…….”
Suara orang terjatuh dan ternyata via yang terjatuh pertama tidak lama disusul dengan okta dan widia.
Via dan widia kembali ke permukaan,namun okta tidak terlihat.mereka berdua baru menyadari sahabatnya itu tidak bisa berenang hingga akhirnya mereka kembali kedalam danau.matahari hampir terbit namun okta masih tidak terlihat.polisi pun datang untuk membantu pencarian.
Dan tidak lama okta ditemukan.namun tanpa nyawa…okta tewas di danau itu dan disaksikan dengan matahari yang menggantikan bulan.
Semua memang berjalan dengan ke inginan okta,namun tidak degan keinginan sahabt-sahabatnya itu.
Mereka semua sampai didaratan dalam keadaan yang kacau balaw.
Via menangis sangaat histeris,dan begitu pula dengan widia hingga widia jatuh pingsan.

1 bulan berlalu setelah kejadian itu semua mereka menjadi aneh,semua menjadi berubah.
Widia menjadi stress kerjaannya hanya melihati foto sambil mengurung dirinya dikamar,dan dia terkadang menangis dan terkaddang pula tertawa.
Via pun tidak jauh kasian,kini keadaannya sangat lebih memperihatinkan.
Dia selalu mencoba untuk bunuh diri dengan alasan supaya diabisa bertemu dengan okta.

PROFIL PENULIS
Mama : Shovi Irsyad Syarbini
Add facebook : shoviirsyad@yahoo.co.id 
Twitter : @shovi syarbini
Email : shovilagiapa@yahoo.co.id

cerpen

KETIKA SEMUA HARUS BERAKHIR
Karya Dhesi

Mentari pagi datang dengan sinar cahaya yang begitu indah dan itu harus membangunkan Fhira dari tempat tidurnya.,
Di lihatnya jam weker kesayangan nya, itu hadiah ultah pemberian Bundanya, kerena kebiasaan buruk Fhira yang suka bangun kesiangan. Dilihat jam menunjukan pukul 08.00 Wib.

“mana handphone gue”?
“uda jam 8 lagi, bisa-bisa telat ne masuk kampus”.
Sambil mencari dimana handphonenya.

Astagfirullah!! (Ucapnya dengan nada sedikit keras)
“Gue lupa, kan diruang tamu, tadi malam gue charger,” ucapnya

Sambil berlari ke ruang tamu dan mencari handphone nya,
Ternyata Mymi telah menghubunginya berkali-kali,
Handphone berdering dan Mymi yang menelpon,

“kemana aja si Fhir? Gue telpon dari tadi ngga ada jawaban sedikit pun!
“jangan bilang Loe kesiangan lagi yach?

“maaf My, ea ne gue kesiangan,
Sekarang loe ada dimana?

“gue lagi dijalan mau menuju rumah loe..!”
Loe siap-siap yach?
Gue tunggu, loe ngga inget apa kalau hari ini ada Dosen baru, jadi kita harus berangkat lebih awal”

“ea ea., gue ingat!
Ok, gue siap-siap dulu ea.,.

Dengan sedikit terburu-terburu Fhira lari untuk mandi.,

“tiiiiiiiinnnnnnn....
Bunyi klakson mobil Mymi, untuk menyuruh Fhira sedikit lebih cepat,
Tepat didepan gerbang rumah Fhira mobil Mymi parkir.
“lama banget ne nyonya muda dandan nya” gumam Mymi.,

Tepat disebelah Mymi duduk, ada Risti di sebelahnya.
“ngapaen aja si nyonya to, lama banget keluarnya, ngga tau apa da telat gini? Tanya Risti dengan nada Kesal kepada Mymi.
“ttiiiiiinnnnnn.,.
Bunyi klakson kedua mobil Mymi,.

.,.”ngga sabar banget si Ibu-ibu ne.,. Gumam Fhira

“ngga sarapan dulu Fhir?? “tanya Bunda Fhira.
“uda telat Bun, tu si Mymi ma Risti da nuggu Fhira.,.
“Fhira berangkat dulu ea Bun!
Sambil mencium tangan Bundanya, Fhira lari dengan tergesa-gesa menuju mobil Mymi.,

Ea Fhira yang manis tapi suka bangun telat.
“lama banget si Fhir??”
“ngapaen aja loe dikamar mandi!! Tanya Mymi
“Shoping ea Fhir?”
Sahut Risti .,
“da g usah banyak tanya!!”
Jawab Fhira sedikit kesal
Sedang Mymi dan Risti hanya tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya.,

Mobil melaju sedikit kencang, Mymi terpaksa melajukan mobil nya dengan cepat karena meraka sudah telat,.

Tiba di halaman kampus, Mymi mencari parkir mobil,
Karena parkir waktu itu padat semua.,.
“disitu My, dekat pohon mangga dekat perpustakaan tiu” kata Fhira.

Dengan cepat Mymi melaju ke arah yang dimaksud Fhira,
Ketika Mymi hendak membelok, tiba-tiba ada seorang cowok mengendarai Motor,
Cowok ini juga ingin parkir ditempat yang sama dengan Mymi,.
“eh, kalau jalan liat-liat dikit donk? Kan gue duluan yang mau parkir di sini! Tanya Risti dengan sedikit emosi,.
“ea neh kan kita duluan! Kata Mymi dan Fhira hampir bersamaan.
“maaf ea mbak-mbak yang manis., kayaknya gue duluan deh yang dapetin parkirnya” sahut cowok itu (sambil membuka helm nya)
“ngga bisa, enak aja loe!! Sahut Risti kesal.

Sedang Mymi dan Fhira turun dari mobil.
Mymi bisik Fhira “ganteng banget Fhir cowok ini”..
“huussstt, kamu ini. Ganteng apanya?? Sahut Fhira.

Uuppzz,.
“ok gue yang ngalah kata cowok tersebut.,
(dan pergi ninggalin Mymi, Fhira dan Risti)
“dasar cowok, kalau nggak dikerasin dikit nggak mau ngalah” ketus Risti,.

Risti memang gitu orang nya kalau liat cowok,.
Dia ge sebel yang namanya cowok,.
Karena sering dibuat sakit hati.,.
Risti yang supel yang sedikit cuek juga.

Sedang Mymi belum pernah ngerasain indahnya jatuh cinta.

Dalam hati, Mymi berkata “keren banget cowok tadi, kapan yeach bisa ketemu dia lagi?”
“uda-uda jangan ngelamun, cepat diparkirkan dulu mobil loe My da telat ne?? Kata Fhira membangunkan lamunan Mymi.,
“ea., bawel amat sii!!
Dengan cepat memarkirkan mobil,

Meraka langsung menuju ruangan..
“dari mana saja kalian, jam segini baru datang?? Tanya Dosen
Selalu saja kalian telat.,. ketusnya lagi,.

“maaf pak, jawab mereka pelan.,

Ea sudah, silahkan duduk., kata dosen
“kalian semua sudah tahu bahwa ada dosen baru dikampus kita,. Nah sekarang bapak perkenalkan kepada kalian dosen kita yang baru, kata Pak Hamdan.
“Pak Riki, sialhkan masuk, kata pak Hamdan,.

Dosen baru masuk dengan senyuman ramah,.
“selamat pagi.,. perkenalkan nama saya Riki, saya Dosen Tarbiyah di kampus ini. Kata pak Riki menerangkan.,

Perkenalan usai sudah dengan Dosen baru.,
“Hanya gara-gara dosen baru kita masuk pagi.,” kesal Risti
“eh, sahabatku, pulang kuliah enaknya kemana ea???” tanya Fhira mengawali pembicaraan.
“gmana kalau kita pergi ke taman tempat kita biasa ngumpul. Sekalian nenangin pikiran ne, da lama juga kita ngga jalan ke taman, Tanya nya lagi kepada Mymi dan Risti,.
“boleh juga!! Gimana menurut loe Ris? Sahut Mymi

Risti bukan ngejawab, eh malah melamun sambil menyandarkan tangan di dagunya.

“Woyy.,.
kata Fhira keras dan itu menyadarkan Risti dari lamunannya
“apaan sii loe!! Ea gue denger, nggak mesti buat jantung orang copot gini kali Fhir. Jawabnya sedikit kesal. (ge asyik ngenang mas Raka juga) gumamnya dalam hati.
“gimana gue nggak ngagetin loe, loe nya aja yang ngelamun gitu,, manknya ngelamunin apa she?? Tanya nya penasaran
“inget Raka ea?? Ledek Mymi
“apaan sii loe, sapa juga yang mikirin dia, jawab Risti
“uda ah jangan dibahas lagi, ea ud sekarang kita langsung ke taman aja, pinta Fhira.,
“shiipp, jawab mymi

Meraka langsung menuju taman kota tempat mereka ngumpul.,
Setiba disana,
‘gue pulang duluan ea ? pinta Risti
Tanpa sengaja Risti teringat kenangan saat bersama Raka, tepat disebuah danau kecil di pinggiran taman mereka sering ngabisin waktu berdua disana,.
Raka memutuskan untuk menikah dengan pilihan kedua orang tua nya. Dan itu membuat Risti begitu benci malihat cowok, bagaimana tidak ketika dia bener-bener mencintai seorang cowok disaat itu juga dia terluka karena cowok.

Tanpa menunggu jawaban dari sahabatnya, dia pergi begitu saja,
Fhira mengejarnya dan menanyakan apa yang terjadi, kenapa dia ingin pulang begitu aja.
“loe kenapa Ris?? Tiba-tiba pengen pulang gini !! Sambil menarik tangan Risti
“gue nggak napa-napa kok, gue cuma pengen sendiri, sahutnya
“loe ada masalah Ris??
“loe nggak nganggep gue sama Mymi sahabat loe? Kalau ada masalah loe cerita ma kita,
“ngga apa-apa kok Fhir, kalian ngga usah khawatir gito ma gue, gue Cuma teringat ma Raka aja kok. Jawabnya sedih.

Raka lagi Raka lagi, kita tau kalau loe sayang sama dia, tapi loe juga harus tau kalau sekarang dia uda jadi milik orang lain Ris, jadi karena dia loe jadi berubah gini kesemua cowok? Ngak semua cowok itu jahat Ris, loe ngga ngerasa kalau Dony itu suka sama loe? Dia rela ngorbanin apapun untuk loe??
Tapi loenya aja yang jahat banget sama dia, “ sambil memegang pudak Risti untuk ngejelasin kalau dugaan dia ke semua cowok itu salah.
“udalah Fhir, jangan bahas yang lain, gue lagi pengen sendiri aja dulu, gue belum bisa berima kenyataan kalau dia sejahat ini sama gue.,.

Tapi kenapa sii Fhir, kalau setiap gue mulai bener-bener sayang sama seseorang, dia selalu ninggalin gue, dulu kak Rio yang mutusin gue tanpa alasan yang jelas sekarang gue ditinggal menikah ma Raka,
Padahl gue takut kehilangan dia, tapi kenapa harus terjadi sama gue Fhir, kenapa??
Sambil memeluk Fhira,

Air mata pun menetes membasahi pipi mungil Risti,
Mymi yang tadinya hanya berdiri dekat mobil , ikut datang mengahampiri Risti dan Fhira.
“sudahlah Ris, jangan loe sesalin takdir yang sudah digariskan Allah kepada loe, mungkin dia bukan yang terbaik untuk loe dan Allah da nunjukin jalan untuk loe, tapi jangan loe kira semua cowok itu sama. Kalau itu dugaan loe, itu salah.
kata Mymi menjelaskan, dan sambil nenangin Risti sahabatnya.

Ea sudah, kalau loe maunya pulang, kita akan pulang sekarang, lagian ne uada mendung, kata Mymi.

setelah mengantar Risti pulang, Mymi dan Fhira pamit pulang.

Di dalam kamar yang berhiaskan kenangan sewaktu mereka bersama, Risti hanya mampu membanjirinya dengan air mata.
Dia ngga mampu berbuat apa untuk mampu melupakan segala tentang Raka.
****

Ditengah kesedihannya, handphone Risti berdering,
Ada inbox masuk dari Dony,
“apa bila cinta sudah tertutup”
“aku kan tetap mencoba untuk membukanya”
“cintaku bukan seperti pelangi di senja hari”
“yang datang dikala hujan datang”
“yang indah namun akan redup juga”
“cinta ini seperti jantung”
“yang berdetak setiap saat”

M’f kan aku yang telah lancang mencintai mu,.
Namun sungguh, aku sangat mencintaimu,.
Kan ku tunggu sampai hatimu terbuka untuk ku.,
“Dony”
“apaan she?? Kesal Risti
Kayak ngga ada kerjaan lagi deh.,

Begitu cueknya Risti sama cowok, namun Dony tak mudah menyerah untuk dapat
Cinta dari Risti, dia begitu mencintai nya, dia gadis supel yang dikenalnya sewaktu OSPEK pertama masuk kuliah.
Walau saat ini cintanya tak terbalas, namun dia yakin suatu saat ini, Risti akan membuka hati untuknya.
Entah berapa ratusan puisi yang dibuat dari hati Dony untuk Risti, namun tetap aja Risti masih bersikap diam untuknya.
Diam tanpa seribu alasan,,.

Sabtu pagi, Risti datang cepat dari biasanya, tiba di ruangan dia melihat sebuah kado yang dibungkus kertas berwarna biru dan diatasnya terdapat kertas..
“jika waktu adalah segalanya, ijinkan aku untuk selalu bersamanya”
“jika rindu adalah segalanya, ijinkan aku tak akan berpisah darinya”
“jika cinta adalah segalanya, tak akan pernah aku melepaskannya”
“ D A N”
“jika angin adalah segalanya, ijinkan aku untuk menyampaikan”
“bahwa aku sangat mencintainya”
“aku nggak akan lelah untuk bisa membuka hatimu untuk ku”
“tak pernah sedikitpun niat untuk ku mencoba melupakanmu”
“aku mohon, beri aku kesempatan untuk menghiasi hatimu yang penuh luka dan kebencian”
“hanya kamu dan Cuma kamu”

Risti hanya mampu terpaku melihat semua ini, semua yang telah dilakukan Dony untuknya, untuknya dan untuk membuka hatinya.
“apa yang telah gue lakuin, gue begitu jahat,.”
“gue nggak mentingin hati dan perasaan orang lain yang hanya buat gue” gumamnya di dalam hati kecilnya,..

Tiba-tiba handphone berdering,
Inbox masuk dari Dony,.
“aku tau kalau loe uda baca pesan yang gue kirim buat loe di atas meja loe,
“temui aku ditaman belakang kampus, aku menunggumu Ris, kalau kamu mau terima aku, buka isi kado biru itu dan pakailah apa yang ada didalamnya, tapi kalau hatimu bener-bener tertutup untukku, jangan dibuka kado itu dan kembalikan kepadaku,.”
“aku tunggu,.,,!!

Membaca sms Dony, membuat hati Risti berdegup begitu kencang, dia ngga tau apa yang harus dia lakukan, disatu sisi dia benci cowok, tapi disatu sisi lagi, ada orang yang begitu mencintainya,.
Diam, dan bertanya dengan hatinya, “apa yang harus gue lakuin?
Akhirnya Risti memutuskan untuk datang menemui Dony ditaman belakang tanpa harus membuka kado tersebut.,.
“akhirnya loe datang untuk ku Ris” kata Dony
(tapi Dony melihat kado itu tak terbuka sedikitpun di tangan kanan Risti, apa ini jawaban untuk ku??) gumam Dony dalam hati.
Dia nggak membayangkan bagaimana jadinya kalau dia tanpa Risti,.

“ea, gue datang untuk loe Don.,” sahutnya
Tapi,.,.. kata Risti lagi
“sssttttt, loe nggak perlu jelasin semuanya Ris, gue tau jawabannya.,
“kalau loe jelasin itu hanya membuat luka dihatiku,.
“gue akan pergi, tapi loe harus tau kalau gue sangat mencintaimu”
“gue akan pergi ninggalin loe tanpa harus membuang sayang ini buat loe” kata Dony

Dan melangkah pergi meninggalkan Risti berdiam diri di tengah taman.
Hanya 10 langkah Dony berjalan,
“gue dateng untuk loe Don”
“gue baru tersadar dari lamunan tentang kebencian gue terhadap semua cowok”
“gue berfikir, semua cowok hanya bisa membuat luka dihati gue, tapi ternyata fikiran gue salah”
“gue kira gue hanya sendiri didunia ini”
“loe harus tau Don, gue mau loe menghiasi hari gue, dan gue mau kalau loe yang menjadi pengobat di hati yang tergores luka” ketus Risti

Dan Dony hanya berdiam, dia nggak menyangka ini kan terjadi.,
Tanpa berfikir panjang lagi dia berlari kembali menemui Risti.
“apa yang gue denger ini bukan suatu alasan yang terpaksa untuk loe ucapkan kan Ris?? Tanya nya dengan rasa tak percaya.,
“ini yang loe mau dan yang loe inginkan kan Don??
“ketulusan hatimu telah meruntuhkan jurang kebencianku”
“dan kini gue tersadar, aku ingin loe yang menjadi cahaya yang terang dan tak akan pernah redup walau waktu berakhir, dan menjadi kan hatiku indah yang tak akan pernah berubah walau apapun yang terjadi di antara kita” kata Risti meyakinkan Dony kalau ini adalah cinta.
“aku ingin Ris, aku ingin menjadi cahaya itu, cahaya yang selalu membuat hatimu tenang dan selalu menyinari mu” jawab Dony senang.

Tanpa mereka duga, hujan turun mewarnai kisah pertama mereka, tapi mereka tak mengiraukan hujan, mereka senang kalau hujan yang menyaksikan cinta mereka berdua.
“ttiiiiinnnnn....
“tttiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnn..

Bunyi klakson mobil Mymi yang berada nggak jauh dari Risti dan Dony, ada Fhira juga di sebelah Mymi.,
“ciyeee ciyeee yang baru jadian,.,
“ampe nggak terasa hujan turun, ledek Mymi
“apaan sii loe My, nggangu suasana aja loe., (masih saling menatap Dony yang berada di depannya)
“sekarang sahabat gue sudah jadi Risti yang gue kenal dulu” ledek Fhira
“kenapa sii kalian, gue kan masih tetep kayak gini, da cabut sono” kata Risti.
“ok ok,. Gue pun nggak mau ngerusak suana kalian” jawab Mymi, dan menghidupkan mobilnya.
“sekarang apa yang igin loe lakuin Ris?? Tanya Dony
“gue nggak ingin apa-apa don, gue mau pulang, loe nggak nyadar apa kalau ne hujan” jawab Risti
“hmmmm, sahut Dony sambil tersenyum kecil
“kalau loe barsama gue, badai pun nggak akan terasa kalau menimpa gue” gombal Dony
“loe ini ada-ada aja” kata Risti malu,

mereka pulang, kali ini Dony yang nganterin Risti pulang,
sampai dirumah, Risti langsung menuju kamarnya, dan mengganti pakaian yang basah karena hujan.,
dia terduduk disudut tempat tidur dan memegang foto Raka,
“gue da dapetein pengganti loe, maaf Ka, karena gue nggak bisa tepati janji gue ke loe, yang selalu mencintai loe ampe kapan pun karena keadaan kita sudah berbeda,.” Ucapnya.,

Tak berapa lama, handphone Risti berdering, inbox masuk dari Dony.
“gue da sampai ne dirumah Ris,. Aku ingin semua ini menjadi kisah yang terindah untuk kita”

Risti hanya mampu diam, tanpa membalas inbox Dony.,
****

Mereka lalui hari dengan indah, kini Risti berangkat kampus selalu di jemput Dony,
Dony selalu perhatian ke Risti, selalu beri kejutan buat Risti.
Betapa bahagianya Risti mendapatkan pengganti Raka seperti Dony.

Hari berganti hari, namun kisah cinta mereka selalu indah,.
Sampai sewaktu minggu pagi tiba,

Dony nelpon Risti.
“Ris, jalan ke taman yuk??” pinta Dony
“jam berapa Don,”tanya Risti
“kira-kira jam 8 malam ea??
“ok Don, gue tunggu yeach!!! Jawab nya dan menutup telepon nya,

Sampai waktu yang ditunngu tiba.,
Pukul 8 tepat Dony sudah berada didepan rumah Risti, setelah berpamitan mereka akhirnya menuju tempat yang dimaksud.,
Tapi, sebelum turun dari motor,Dony menutup ,mata Risti.,
“ini apaan sii Don, pake acara tutup mata??” tanya nya penasaran
“sudah tenang aja Ris, ada kejutan sedikit untuk mu” kata Dony menjelaskan

Sambil berjalan perlahan dan sambil menuntun Risti yang tertutup matanya,
“akhirnya kita sampai juga Ris! Kata Dony
“boleh di buka nggak ne matanya” pinta Risti
“boleh Ris” kata Dony perlahan

Saat membuka mata,
Betapa terkejutnya Risti melihat kejutan apa yang diberikan Dony untuknya.,
Terdapat lilin indah yang menyala terang yang bertuliskan “I LOVE TOU”
betapa bahagianya Risti melihatnya.,.
“ya ampun Don, indah banget”
“loe buat sendiri untuk gue” tanya Risti sedikit nggak percaya
“iya Ris, ne gue sendiri yang buat dan ini semua Cuma buat loe” jawabnya meyakinkan Risti
“aku ingin seperti lilin yang rela meleleh hanya untuk menerangi loe, tapi cinta gue ke loe nggak seperti lilin yang bisa meleleh”
“loe ini bisa aja”
“tapi beneran Don, ini indah banget bagi gue”
“apa loe nggak tau kalau hari ini adalah hari jadian kita yang sebulan” tanya Dony
“yeach ampun, kita uda satu bulan ea Don” jawab Risti, jadi ini untuk kita yang ke 1 bulan??
“ea Ris, ne untuk kita !! jawab Dony lagi,

Tiba-tiba Dony ngeluarin sesuatu yang ada di saku bajunya.,
“Ris, gue ingin ngasih sesuatu buat loe”
“apa itu Don” tanya Risti penasaran
“aku ingin loe makai ini setiap saat, dimana loe berada, dan apapun alasan loe, loe nggak boleh lepasin”pinta Dony

Dan Dony ngeluarin cincin itu dari kotak cincin.
“aku ingin suatu saat nanti entah itu kapan, aku akan memasangkan cincin ini didepan kedua orang tua loe dan didepan semua orang., dan gue ingin berteriak kalau gue sayang loe, kalau gue butuh loe dan gue ingin hanya loe yang terakhir buat gue” kata Dony
“gue juga Don, dan gue juga ingin kalau loe yang terakhir” sahut Risti

Mereka menghabiskan malam dengan duduk di tengah lilin yang masih menyala dengan indahnya di gelapnya malam.
“Ris.,! Dony memanggil Risti pelan
“ea Don, ada apa?? Jawabnya
“aku ingin malam ini panjang Ris, aku masih disini bersama mu, aku nggak ingin pagi datang dan menggantikan malam yang begitu indah buat aku., aku janji Ris, aku akan selalu jagain loe, aku akan selalu ada disamping loe, aku selalu dan untuk loe selamanya.,
“janji?? Kaya risti sambil mengangkat kelingking kanan nya ke arah Dony

Janji” dan Dony mengikatkan kelingkingnya.,
“Makasih ea Don” semoga cinta ini tak akan pernah mati untuk selamanya.,
“Ris, gue boleh minta sesuatu nggak dari loe?
“apa itu Don??”
Aku ingin kau menutup mata loe, dan mencoba meraba wajah gue, aku ingin loe selalu inget tentang gue” pinta Dony.,

Risti pun melakukan apa yang di ucapkan Dony,.
Sambil menutup mata, Risti meraba wajah Dony,
Matanya, hidung nya, bibir nya dan pipinya,.
Meraba dengan penuh perasaan, dam perlahan Risti membuka mata.,
“alasan apa Don sehingga loe minta gue lakuin ini,.”
“aku Cuma ingin jika suatu saat nanti kita perpisah loe kan selalu inget wajah gue,. Makasih ea Ris , loe mau melakukannya buat aku.,
“tanpa harus melakukannya wajah loe kan selalu gue inget” ucap Risti

Tanpa terasa saat mereka sedang asyik menikmati malam yang indah bagi mereka, petir menyambar pertanda hujan datang.,
“Don, hari da mau hujan ne., kita pulang sekarang yeah. Pinta Risti
“baiklah, kita pulang sekarang” jawab Dony

Ketika mereka di perjalanan pulang, tanpa mereka duga ada pengendara mobil melintas dengan kecepatan tinggi, si pengendara dalam keadaan mabuk berat,
Dony yang mencoba mengendalikan motornya ternyata tak mampu.
“awaaaaaaaaasss Donn, teriak Risti.
“Brraakkkkkk !!!

Kecelakaan tak terhindarkan, Risti terpentak di pinggir jalan dan mengalami luka yang cukup serius di kepala, sedang Dony terjatuh dibadan jalan yang akhirnya tertabrak mobil, Risti berlari mendekati Dony yang bersimbah penuh darah,
“Dony, Don” sambil memangku kekasihnya
“Don, loe harus kuat Don, loe harus kuat, untuk gue Don, dan demi cinta kita, “ teriak Risti
air mata menetes sudah mengenai pipi Dony,
“maafin aku Ris, aku nggak bisa tepati janji gue yang akan selau jagain loe,” kata Dony perlahan.
“loe jangan sedih,” sambil menghapus air mata Risti
“gue nggak mau lihat air mata loe jatuh karena gue,.
“gue tetep sayang loe ris, cinta ini kan aku bawa sampai aku mati” ucap Dony

Akhirnya Dony menghembuskan nafas terakhir di pangkuan Risti.
“Don bangun Don, bangun, mana janji loe yang untuk selalu ada untuk gue, yang akan selau jagain gue,” teriak Riati sambil menggoyangkan badan Dony.,

Isakan tangis Risti tak mampu lagi berhenti.,.
“Doonnnyyyyyy.,.” teriak Risti
*****

Takdir berkata lain untuk cinta Risti dan Dony
Dony meninggal, dan dia meninggalkan sejuta kenangan di hati Risti.

Saat dipemakaman, Risti hanya bisa menangis.,
“kenapa Don, kenapa ini harus terjadi dengan kita, kenapa harus kita Don, ketika gue takut kehilangan loe, tapi malah loe yang ninggalin gue di sini sendiri.,” tangisnya
“udalah Ris, mungkin ini sudah takdir,” kata Mymi menenangkan hati sahabatnya.,
“tapi kenapa My harus aku yang ngerasain kepahitan ini, kenapa??
“mungkin ini kehendak Allah Ris,. Jawab Mymi.,
“sudahlah Ris, mari kita pulang, hari sudah hampir sore ne? Ajak Fhira sambil mengaangkat pundak Risti untuk berdiri.

Mereka akhirnya pulang dengan kesedihan Risti yang begitu terluka atas kejadian ini.,
Setelah mengantar Risti pulang, Mymi dan Fhira pamit pulang.

Sedang Risti masuk kekamar,.
“kenapa Don, loe harus pergi ninggalin gue,” sambil memegangi foto mereka berdua sewaktu ditaman,.
“dulu loe sering kirimin gue puisi, tapi sekarang gue nggak bisa baca puisi dari loe lagi.
Begitu banyak tumpukan puisi yang dikumpulkan Risti di salah satu box kesayangannya .,
Kado yang sering diberi Dony juga dikumpulkan Risti.,

Risti teringat waktu Dony meminta dia untuk meraba wajahnya agar dia selalu ingat dengan Dony.,.
“apa ini jawaban yang pernah loe ucapkan Don? Apa itu pertanda buat loe ninggalin gue??

Risti mencoba kembali mengingat raut wajah Dony dan dia meraba foto Dony,.
Ketika dia meraba foto Dony, air mata Risti menetes perlahan, kesedihan yang begitu mendalam yang dirasakan Risti.

Dulu dia harus kehilangan Raka, sekarang dia harus kehilangan Dony.
“mengapa ini harus tejadi?? Teriaknya dan menghancurkan isi kamarnya.
“kenapa semua ini harus berakhir Don??
******

Hari berganti hari, bulan pun berganti bulan bahkan tahun berganti tahun.,
Namun Risti masih berdiam dan tanpa ada rasa untuk mencari pengganti Dony.,
Dia ingin menepati janjinya ke Dony untuk selalu mencintainya sampai kapan pun.

Setiap bulan dimana mereka jadian, Risti selalu datang ke makam Dony dan mambawa lilin yang pernah di buatkan Dony untuknya.
“ku harap loe inget Don, dimana saat kita menghabiskan malam ditengah indahnya cahaya lilin cinta kita” kata Risti
“sampai saat ini hanya loe yang ada dihatiku Don,”
“loe liat cincin ini Don, cincin ini masih gue pakai Don,” aku akan menjaga cinta kita

Hingga Risti berumur 50 tahun, Risti masih sendiri, tiada yang lain dihatinya selain Dony, cinta dia abadi untuk Dony, nggak ada yang bisa menggantikan Dony di hatinya.,
“cinta ku kan abadi untuk mu selamanya”
“tak ada yang mampu menggantikan mu di hatiku,.
“Hanya kamu dan Cuma kamu”

Risti menulis kembali puisi yang pernah di kirim Dony untuknya.

Kan kau buktiin ke loe dan kesemua orang kalau loe yang terakhir buat gue..
******

TAMAT

PROFIL PENULIS
Nama : Dhesie Purwanti
Hobi : Melamun